Smooth Marketing

marketing edutainment blogsite : menghibur melalui tulisan edukatif tentang bisnis, pemasaran, dan komunikasi

Buku
Tulisan Marketing
Tulisan Bisnis

Sudah Terbit : Buku Raup Untung dengan Jual Diri

Buku ini akan membuka cakrawala pikiran Anda yang mengungkung kemampuan Anda sendiri. Anda akan melihat betapa Anda adalah sosok yang sejatinya sudah memiliki jiwa marketing di dalam kegiatan apapun di keseharian Anda. Anda akan sadar diri mengakui bahwa di setiap langkah Anda, sesungguhnya Anda memang harus menjual diri! Read More…

Wirausaha Sejak Dini

(Tulisan ini terdiri dari banyak foto.  Bagi yang tidak menggunakan akses internet broadband unlimited, perhatikan pemakaian bandwith Anda)

Tanggal 27 Agustus 2010 kemarin, SMP Citra Kasih yang kebetulan lokasinya persis di depan rumah saya mengadakan acara yang membuat saya salut.  Para siswa menerima jasa cuci mobil, cuci motor, cuci sepeda, dan juga buka lapak di halaman sekolah.  Pendapatan dari semuanya untuk disumbangkan.

Kalau di-googling memang sekolah ini punya kurikulum entrepreneurship kepada siswanya.  Tapi ternyata kurikulum bukan sekadar diajarkan secara teori semata, justru harus dipraktikan!  Alhasil para siswa bekerja sendiri dari persiapan, promosi, hingga mengerjakan jasa itu sendiri. Read More…

Menciptakan Komunitas = Menciptakan Pasar

Izinkan saya menyambung ngecap saya di milis Marketing Club pada thread : Bagaimana Menjual Produk yang Belum Terkenal. Tulisan ini memang sebenarnya untuk pembahasan thread di milis, tetapi saya bagikan juga via blog ini.  Yang tidak terlibat di milis tersebut dapat membaca  isinya yang sempat saya jelaskan atas umpan dari Handoko Gani di tautan INI (ps : terima kasih untuk yang sudah memajangnya ya :)   salam kenal) . Pada kalimat terakhir membuat saya tergelitik untuk terus berbagi, tetapi lebih baik saya hentikan dulu kala itu.  Secara terpisah di sini saya lanjutkan lagi topik menciptakan pasar itu sendiri.

Usaha menciptakan pasar itu sendiri terbersit ketika saya memahami kesalahan saya waktu terjun berusaha sendiri.  Saya memiliki produk bagus, inovatif walaupun bukan terbaru.  Dari sekian ratus calon yang sudah saya approach, semua tertarik.  Tetapi hanya berakhir pada rasa kagum pada produk.

Saya akhirnya menyadari kesalahan saya, yaitu memiliki produk yang berpotensi, tetapi saya tidak menciptakan PASAR untuk produk itu sendiri!  Permasalahan ini jelas juga menimpa para pengusaha, penjual dari bidang apapun, dari bisnis kecil-kecilan, menengah, MLM, besar hingga kakap semua harus berbagi kue potensi pasar yang ada.  Bayangkan yang terjun di dunia usaha semakin banyak, tentu saja kue kesempatan dan omzet akan semakin terbagi-bagi dan menurun.  Hal ini membuat rasa frustasi kepada pengusaha dan sales. Read More…

Sudah Tepatkah Kalimatnya?

Waktu kuliah saya pernah diceritakan oleh salah seorang dosen Prilaku Konsumen di Fakultas tempat saya kuliah tentang pengalamannya menyeleksi slogan-slogan yang akan dipasang oleh Polantas di jalan raya.

Beliau pernah mengoreksi sebuah kalimat yang kurang lebih isinya adalah : ‘Ingat keluarga yang ada di rumah! ‘ menjadi ‘Ingatlah anak-anak yang ada di rumah!’ pada satu kalimat billboard yang rencananya ingin dipasang agar pengguna kendaraan beroda untuk hati-hati di jalan raya.  Beliau juga mengatakan bila humas Polantas bingung dengan slogan yang dianggap kurang tepat oleh dosen saya itu.  Dosen saya pun menerangkan bila,

“Biasanya kalau sudah berkeluarga dan punya anak, kadar sayang dan ingat anak itu lebih tinggi daripada kepada suami atau istrinya.  Jadi kalau ingin menimbulkan ‘rasa hati-hati’ lebih tepat menggunakan kata anak-anak sebagai alasan orang untuk berhati-hati di jalan.”

Dipikir-pikir, benar juga sih…  Maksud saya yang benar itu bukan topik kadar sayang istri, suami, dan anak yang dibahas di atas tadi lohhh! Yang benar itu adalah strategi pemilihan tagline, slogan, kalimat positioning yang tepat memang akan lebih merasuk ke otak (kecil, besar, kiri, kanan, atau tengah, entahlah…!).  Kenyataan memang  sebagai orang tua yang membawa kendaraan akan lebih sadar agar tiba dengan selamat bila diingatkan bahwa  dia dinantikan anak-anaknya di rumah, daripada kalimat ‘keluarga yang menanti’.  Kalimat ‘ingat keluarga’ lebih umum dan kurang masuk di hati, berbeda jauh dengan kalimat ‘ingat anak!’ Read More…

Pelajaran dari Dragon’s Den

Dari sekian banyak acara di televisi (tv kabel) ada satu yang selalu jadi favorit saya, yaitu Dragon’s Den yang disiarkan di BBC Knowlegde.  Ini bukan sinetron, film seri, tapi semacam kontes.  Tapi kontes juga bukan kontes ala idol-idol atau buat dapat pacar.  Ini kontes untuk dapat puluhan ribu Pound Sterling untuk mengembangkan usaha.

Jadi alkisah terdapat lima milyuner yang sudah kampiun dalam usahanya masing-masing akan mencoba untuk berinvestasi ke usaha-usaha yang dipresentasikan oleh wirausahawan atau calon wirausahawan.  Uang yang diminta sudah ditentukan oleh calon pengusaha yang akan presentasi, termasuk persentase pembagian keuntungan untuk pada Dragons yang berminat juga ditentukan oleh calon pengusaha. Read More…

Terpuruk Sebagai Spammer Iklan

Setiap hari saya harus menghapus sedikitnya lima komentar spam / sampah yang nyasar di blog utama.  Dulu saya menggunakan plug in untuk memblokir secara otomatis komentar spam, tetapi alih-alih merasa terbantu, malah saya malah kena bugs yang menyebabkan database kacau.  Ya sudah, akhirnya saya harus berjuang sendiri untuk menggunakan setting-an komentar moderasi dan menghapus komentar-komentar spam secara manual delete.

Sejak itu saya secara tidak sengaja jadi tahu karateristik spammer yang tujuannya sengaja menyebar spyware atau yang nebeng iklan.  Lucu juga jadinya, karena setiap hari seakan bertarung agar mereka tidak sampai mengotori blog saya.

Jadi kalau spammer yang sengaja nebeng virus atau spywear biasanya lebih kasar caranya daripada yang nebeng iklan saja.  Mereka menggunakan bahasa-bahasa yang tidak beraturan dan memberikan tautan yang dapat diklik dengan kata yang menarik misalnya : games, shop, sex, porn.  Ada juga yang hanya nebeng komentar tautan yang seolah-olah web games, atau apalah, tetapi kalau diklik saya tidak jamin bila komputer bisa selamat sentosa. Read More…